Minggu, 22 Maret 2020

KONSEP E- LEARNING

Assalamualaikum Wr Wb

Pada kali ini kita akan membahas mengenai Konsep E-Learning

KONSEP E-LEARNING


Dalam lingkup dunia pendidikan terdapat suatu pembaharuan untuk lebih baik lagi tentunya dan berpedoman dengan perkembangan zaman yang pesat . Dalam hal ini terutama pada sektor pembelajaran yang semua dalam pembelajaran terdapat pendidik yang mengendalikan pembelajaran atau paradigma pembelajaran berpusat pada guru (teacher centred learning). Paradigma ini mulai bergeser dengan munculnya paradigma baru yang menjadikan peserta didik sebagai active learner, peserta didik sebagai pusat pembelajaran (student centred learning). Student centred learning mengacu pada kesempatan belajar yang relevan dengan kebutuhan peserta didik, artinya kebutuhan belajar tersebut datang dari peserta didik. Student centred learning, pembelajaran berfokus pada aktifitas belajar dan bukan aktifitas mengajar. Maka keberadaan guru bukan satu-satunya faktor penentu keberhasilan proses pembelajaran, melainkan dapat digantikan dengan bahan belajar, media belajar, serta terciptanya komunikasi antar pembelajan.
Dengan adanya hal seperti itu maka pendidikan di Indonesia harus bisa berkembang sesuai dengan era zaman sekarang guna memperbaiki dunia pendidikan di negeri ini. Salah satu untuk memperbaiki pendidikan di Indonesia. Dikaitkankan dengan tuntutan masa depan mengubah sistem pembelajaran konvensional dengan sistem pembelajaran yang lebih efektif dan efisien, dengan memanfaatkan sarana teknologi informasi melalui jaringan internet. Penggunaan internet untuk proses pembelajaran sudah diimplementasikan dengan penerapan e-learning untuk penyebaran informasi dan berkomunikasi. Istilah e-learning dapat pula didefinisikan sebagai sebuah teknologi informasi yang diterapkan di bidang pendidikan dalam bentuk dunia maya. Dalam teknologi e-learning, proses pembelajaran yang biasa didapatkan di dalam sebuah kelas di lakukan secara live namun virtual.
E-learning sering pula disebut pembelajaran online atau online course. Pembelajaran online dalam pelaksanaannya memanfaatkan dukungan jasa teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi, seperti komputer, telepon, audio, video, transmisi satelit, dan sebagainya. E-learning sangat berkembang karena relatif tidak memerlukan biaya tinggi namun memiliki jangkauan yang luas, sebab e-learning dapat menjangkau hingga keseluruh dunia tanpa dibatasi oleh kondisi geografis, sehingga lebih mudah untuk menyampaikan informasi pembelajaran.
Menurut Widhiarta (2008), keberadaan TIK memunculkan model pembelajaran baru antara lain:
a.      Computer Based Learning/Training (CBL/CBT)
Pembelajaran ini berupa model elektronik, software edukasi, dan softfile bahan ajar, dan program simulasi tertentu.
b.      Web Based Learning/Web Based Training
Pembelajaran ini berupa melalui website atau platform dan dapat dilakukan dengan chat, email, video converence.
c.       Mobile Learning
Pembelajaran ini berupa melalui ponsel cerdas seperti aplikasi
Menurut The American Society for Training and Development (ASTD, 2009, dalam Suhaemy, 2014) yang menyebutkan bahwa e-learning adalah himpunan aplikasi dan proses yang meliputi pembelajaran berbasis web (web based learning), pembelajaran berbasis komputer (computer based learning), dan kelas virtual (virtual classroom). Sebagian dari model ini dilakukan dengan Internet, Intranet, audio, video, tv interaktif, dan CD room.
Definisi tersebut (ASTD), jelas bahwa konteks e-learning lebih luas dari pada online learning, karena e-learning meliputi pemanfaatan perangkat elektronik yang tidak harus terkoneksi secara online. Sementara flexible learning memberikan pilihan yang lebih luas pada apa, kapan, dimana, dan bagaimana kita belajar. Artinya Flexible learninglebih mengarah pada pendekatan bahwa teknologi memungkinkan semua pembelajaran lebih flexibel. Sedangkan online learning mencakup pembelajaran yang dilaksanakan dengan teknologi berbasis web.
Melalui e-learning materi pembelajaran dapat diakses kapan saja dan dari mana saja, disamping itu materi juga dapat diperkaya dengan berbagai sumber belajar serta dapat diperbaharui dengan cepat. E-learningmembawa prinsip terciptanya lingkungan belajar yang fleksibel dan terdistribusi.
Karakteristik E-Learning
a.      Interacivity
E-learning harus memfasilitasi jalur komunikasi baik secara real time(synchronus) seperti chatting dan messenger, maupun tidak real time (asynchronous) seperti forum dan mailing list.

b.      Independency/Kemandirian
Ketersediaan bahan belajar, waktu, dan akses yang flexibel memungkinkan peserta didik untuk melakukan aktivitas pembelajaran sesuai dengan kondisi masing-masing dan menjadi active learner. Peserta didik harus bisa mandiri.

c.       Accebility/Aksesbilitas
Sumber-sumber belajar dan informasi akademik harus lebih mudah diakses dan terdistribusi lebih luas dibandingkan dengan pembelajaran konvensional

d.     Enrichment/Pengayaan
Kegiatan pembelajaran serta presentasi bahan pembelajaran disajikan dengan cara yang lebih variatif dan interaktif seperti penggunaan video striming, aplikasi simulasi, dan animasi.
Menurut Clark dan Mayer (2008) yang termuat dalam makalah Effective E-Learning Design (Steen H, 2008), e-learning adalah intruksi yang diantarkan melalui sistem komputer dengan tujuan membangun keterampilan dan kemampuan yang dapat ditransfer (transferable). E-learning yang efektif selayaknya memiliki karakteristik sebagai berikut :
1) Meliputi konten yang relevan dengan fitur pembelajaran
2) Menggunakan metode instruksi seperti contoh dan praktek untuk membantu
pembelajaran
3) Memanfaatkan berbagai elemen media untuk menyampaikan konten dan metode
4) Membangun pengetahuan dan keterampilan baru yang dapat meningkatkan
Perfoma.

Menurut Munir (2008) karakteristik e-learning antara lain:
1) Memanfaatkan jasa teknologi elektronik sehingga dapat memperoleh informasi
dan melakukan komunikasi dengan mudah dan cepat, baik antara pengajar dengan
pembelajar, atau pembelajar dengan pembelajar.
2) Memanfaatkan media komputer, seperti jaringan komputer (computer networkatau
digital media)
3) Menggunakan materi pembelajaran untuk dipelajari secara mandiri (self learning
material)
4) Materi pembelajaran dapat disimpan di komputer sehingga diakses oleh pengajar
dan pembelajar, atau siapapun tidak terbatas waktu dan tempat kapan saja dan
diamana saja sesuai dengan keperluannya
5) Memanfaatkan komputer untuk proses pembelajaran dan juga untuk mengetahui
hasil kemajuan belajar, atau administrasi pendidikan, serta untuk memperoleh
informasi yang banyak dari berbagai sumber informasi.

TERIMA KASIH

TETAP SEMANGAT
JANGAN LUPA SENYUM HARI INI


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Komunikasi Dalam Kelas Online

Komunikasi Dalam Kelas Online Dalam sebuah kehidupan manusia sangatlah perlu dengan suatu hal yang dikenal dengan nama k...