Di era zaman ini pembelajaran secara online sangatlah sedang dimanfaatkan bagi pembelajaran oleh karena itu kali ini kita akan membahas mengenai Media Berbasis IT.
MEDIA BERBASIS IT
Dalam perkembangan zaman yang semakin maju dan
tentunya dalam memenuhi kebutuhan pendidikan untuk memanusiakan manusia agar
manusia mampu bertahan hidup didalam kerasnya dan cepatnya revolusi industry perlu
ada pengembangan dalam hal kehidupanya. Pada saat ini yaitu perkembangan di
dunia pendidikan pada pembelajaran melalui media yang harus dimiliki dalam
pendidikan yaitu media berbasis IT karena memang tuntutan dari zaman sekarang
harus bisa approve dalam hal pendidikan.
A.
Tantangan Guru
di Era Revolusi 4.0
Dalam menghadapi era revolusi 4.0 guru
dituntut untuk bisa berkembang dan mampu dalam menggunakan kemampuanya dalam
proses pembelajaran. Guru diharapkan bisa paham mengenai teknologi pada masa
kini agar pada proses pembelajaran dapat mengaplikasikanya dan bisa lebih
kreatif dan inovatif dalam mengelola proses pembelajaran agar siswa dapat tertarik
dan aktif dalam kegiatan belajar mengajar. Dalam hal ini tentunya harus ada
perubahan dari guru tersebut. Perubahan itu diantaranya :
-
Perlu
keterampilan baru dalam memfasilitasi siswa
Ketrampilan baru dalam memfasilitasi
siswa sangalah perlu agar siswa menjadi tertarik dalam pembelajaran dan siswa
lebih memahami maksud dari tuuan pembelajaran tesebut, kuncinya guru harus
kreatif dan inovatif dalam mengemas pembelajaran. Selanjutnya yaitu guru harus
bisa berkomunkasi dan mendapatkan arus komunikasi tidak hanya satu arah, jadi
harus adanya kolaborasi antara guru dan siswa untuk terciptanya pengetahuan
yang luas dan tahu kondisi yang sebenarnya dan guru mengerti keadaan siswa tersebut
dengan memperhatikan dampak dari yang akan diterima siswa dari pembelajaran
tersebut. Sesuai dengan perkembangan zaman dalam pembelajaran perlu juga
seperti pembelajaran jarak jauh agar tidak jenuh dengan pembelajaran
konvensional seperti memanfaatkan Chat & Video Conference untuk
berinteraksi agar pembelajaran lebih bisa bervariasi dan efisien.
-
Perlu
keterampilan baru mengembangkan dan mengantarkan bahan pembelajaran
Keterampilan baru dengan
mengembangkan dan mengantarkan mengkreasikan bahan pembelajaran sangatlah perlu
baik dari segi guru maupun siswa untuk mendapatkan informasi yang luas serta
agar lebih menarik dan efisien perlu adanya pengembangan bahan pembelajaran supaya
pembelajaran dapat diterima dan dilaksanakan dengan sepenuhnya.
B.
Tantangan Siswa
di Era Revolusi 4.0
-
Sistem pengaruh
bahan ajar baru memerlukan faktor belajar & motivasi
Dalam
perubahan dan pengembangan bahan ajar tentunya siswa perlu adanya penyesuaian
dan harus ada kemauan dalam belajar berupa faktor belajar itu sendiri dan juga
perlunya motivasi baik dari internal siswa maupun dari eksternal siswa berupa
dorongan dari orangtua, lingkungan, dan guru dalam perubahan bahan ajar sesuai
dengan penyesuaianya.
-
Mencari
informasi dengan luas
Tantangan
berupa pencarian informasi yang luas sangatlah membuat siswa menjadi kendala
dalam era revolusi 4.0. Siswa dituntut harus bisa melek terhadap informasi
terutama pada internet dan dan sumber informasi lain supaya informasinya bisa
luas dan dalam proses pembelajaranya bisa benar-benar dengan penuh dengan
adanya informasi yang sangat luas. Jadi siswa dituntut agar tidak gaptek dan bisa
mendapatkan sumber informasi secara penuh.
C.
Potensi
Pemanfaatan E-Learning
1.
Konektivitas
Akses terhadap beraneka ragam informasi ‘tersedia’ dalam
skala global.
Selama Anda memanfaatkan koneksi internet, Anda akan mendapatkan informasi apapun yang tersedia dalam world wide web (www). Dalam mencari informasi, Anda juga tidak akan merasa kesulitan berkat bantuan mesin pencari seperti Google atau Bing
Selama Anda memanfaatkan koneksi internet, Anda akan mendapatkan informasi apapun yang tersedia dalam world wide web (www). Dalam mencari informasi, Anda juga tidak akan merasa kesulitan berkat bantuan mesin pencari seperti Google atau Bing
2.
Fleksibelitas
Belajar
dapat dilakukan kapan saja dan dimana saja. Dalam pembelajaran dapat fleksibel
dalam mendapatkan informasi akan tetapi guru menjadi sumber belajar utama.
3.
Interaksi
Interaksi
sangatlah diperlukan guna terciptanya pembelajaran antara guru dan siswa dalam
terwujudnya tujuan pembelajaran. Interaksi siswa diutamakan dalam pembelajaran
karena saat ini pembelajaran lebih ke keaktifan siswa supaya bisa paham
langsung dan menggali informasi lebih luas.
4.
Kolaborasi
Kolaborasi
dalam pembelajaran antara elemen dalam pembelajaran diperlukan guna terciptanya
proses pembelajaran dapat tercapai. Saling mendukung dan berkolaborasi antara
siswa dengan guru dan lingkungan
masing-masing merupakan salah satu aspek penting dalam proses pembelajaran
E-Learning.
5.
Motivasi
Untuk
terwujudnya pembelajaran perlu adanya dorongan motivasi baik dari dalam maupun
dari luar guna semuanya memberlakukan akses pembelajaran dengan baik dan
tentunya agar semangat dalam belajar dan proses lebih baik dalam hal apapun.
D.
Software
Pendukung E-Learning
Dalam
terciptanya pembelajaran E-Learning tentunya membutuhkan alat dalam
keberlangsungan proses pembelajaran yang biasa disebut dengan aplikasi atau
software. Software pendukung E-Learning yaitu :
-
Learning
Management System (LMS)
LMS
adalah
sebuah aplikasi software yang dapat membantu yang dapat membantu merencanakan,
mengimplemebtasikan sebuah proses pembelajaran. LMS memungkinkan pemilik atau
pembuat couse untuk memanage, menyampaikan, dan memonitor para muridnya. LMS
memadukan antara kursus tradisional dengan media digital dan alat interaktif
meliputi kursus online, virtual live sessions dan forum diskusi. software
(perangkat lunak) yang digunakan untuk perencanaan, pengiriman, serta
pengolahan kegiatan pembelajaran. Selain itu juga berguna untuk keperluan
dokumentasi, laporan kegiatan, administrasi, materi. Dan itu semua berjalan
dengan menggunakan internet atau online. Contoh Aplikasi LMS dibagi menjadi 2,
yaitu:
·
LMS proprietary, seperti Saba Software,
Apex Learning, Blackboard, IntraLearn, SAP Enterprise Learning
·
LMS open source, seperti ATutor, Dokeos,
dotLRN, Fresstyle Learning, ILIAS, LON-CAPA, Moodle, OpenACS, OpenUSS, Sakai,
Spaghetti Learning
-
Learning Content Management System
(LCMS)
LCMS bekerja untuk
membuat, memperbarui, mempublikasikan atau mengelola isi dari suatu sistem yang
terorganisir di internet. LCMS merupakan pengembangan lebih lanjut dari LMS. Selain
itu, LCMS juga digunakan untuk mengawasi, menyediakan, merincikan, dan
melakukan publikasi dokumen yang spesifik, misalnya artikel, panduan, dan
brosur penjualan. LCMS bisa berisi file komputer yang berupa audio, video,
gambar, dokumen elektronik dan isi website. Contoh LCMS diantaranya claroline,
e-doceo solutions.
-
Social Learning Network (SLN)
SLN merupakan
perkembangan lebih lanjut setelah LMS dan LCMS. SLN digunakan untuk
pembelajaran yang lebih laus daripada kelompok belajar karena menggunakan
jejaring sosial. Karena skala sosial yang lebih besar maka kemungkinan juga
bisa menyebabkan perubahan sikap dan perilaku pada peserta, walaupun tidak
semua peserta. Contoh SLN yaitu Edmodo, Schoology, Google Clashroom,dll
E.
Komponen
Pendukung E-Learning
Dalam
mendukung dan terwujudnya E-Learning maka terdapat beberapa komponen pendukung
untuk memenuhi pembelajaran E- Learning antara lain :
-
Software
Sistem
perangkat lunak yang mem-virtualisasi proses belajar mengajar konvensional.
Bagaimana manajemen kelas, pembuatan materi atau konten, forum diskusi, sistem
penilaian (rapor), manajemen proses belajar mengajar. Sistem perangkat lunak
tersebut sering disebut dengan Learning Management Sistem (LMS). LMS banyak
yang opensource sehingga bisa kita manfaatkan dengan mudah dan murah untuk dibangun
di sekolah dan universitas
-
Konten
Konten
dan bahan ajar yang pada e-Learning system (Learning Management System). Konten
dan bahan ajar ini bisa dalam bentuk Multimedia-based Content (konten
berbentuk multimedia) atau Text-based Content (konten berbentuk teks seperti
pada buku pelajaran biasa). Konten ini disimpan dalam Learning Management
System (LMS) Sehingga dapat dijalankan oleh siswa kapanpun dan dimanapun.
-
Hardware
Hardware e-learning (alat
penunjang ) dapat berupa personal computer (PC), jaringan komputer, internet
dan perlengkapan multimedia. Termasuk didalamnya peralatan teleconference
apabila kita memberikan layanan synchronous learning melalui teleconference.
-
Strategi
Komunikasi
Komunikasi antar
peserta pembelajaran harus baik dan tentunya harus sudah dibahas dan dintetukan
sebelumnya dan sudah mengerti apa yang harus dilakukan dalam pembelajaran
E-Learning .
-
Jaringan
Jaringan menjadi salah
satu komponen utama karena tanpa adanya jaringan internet maka pembelajaran
tidak bisa berlangsung. Dengan demikian jaringanya harus baik dan stabil guna
terciptanya pembelajaran yang baik dan lancar.
SUMBER
:
-
Power Point
materi media berbasis IT pada hari senin 23 Maret 2020 pukul 09.00
-
Bahan Ajar
E-Learning diunduh di elena.unnes.ac.id pada 1 Maret 2020 pukul 19.30
SEKIAN TERIMA KASIH
TETAP SEMANGAT
JANGAN LUPA SENYUM HARI INI
Wassalamualaikum Wr Wb
